Budug Asu, Tempat Dengan Pemandangan Luar Biasa Di Lereng Gunung Arjuno

By Fery Arifian - 12/26/2017


Malang selalu punya banyak destinasi wisata menarik yang selalu ingin dikunjungi. Destinasi mulai dari wisata kota, wisata budaya, dan wisata alam selalu jadi target yang sayang dilewatkan. Salah satu wisata alam yang saya kunjungi kali ini adalah Budug Asu.

Tempat ini lagi hits banget di sosmed. Karena memang tempatnya masih baru dan masih belum ramai dikunjungi. Budug Asu letaknya di atas Kawasan Kebun Teh Wonosari. Untuk sampai ke puncaknya, kita musti treking 1-2 jam dengan jalan kaki dari lokasi Kebun Teh Wonosari.

Kebun Teh Wonosari adalah titik awal untuk sampai ke Budug Asu. Kita bisa menitipkan motor atau mobil di daerah Kebun Teh Wonosari atau di area permukiman warga sekitar Kebun Teh Wonosari. Kebetulan saya menitipkan motor di penitipan motor rumah warga sebelum loket masuk ke Kebun Teh.
Treking dengan jalan setapak yang menanjak
Untuk sampai ke puncak, saya yang hanya berdua dengan Dhonny teman waktu SMA saya memilih untuk berjalan kaki dari penitipan motor sampai ke puncak Budug Asu. Menempuh treking yang berbatu dan sedikit licin, saya beruntung karena nggak jadi berangkat pakai sneakers. Beruntung juga si Dhonny menyarankan saya untuk memakai sandal gunung atau sepatu treking saja. Karena saya nggak punya sepatu treking, saya akalin pake sepatu running saya, yang penting cocok buat treking lah haha.

Selama perjalanan 1 setengah jam, kita disuguhi pemandangan pepohonan pinus yang keren abis. Ini sih mirip-mirip hutan pinus ngehits yang di Jogja itu. Kita cuman istirahat 3 kali selama 5 menitan. Dan langsung cabut lagi. Enaknya kalo treking berdua perjalanan pasti bakal cepet.
Puncak Budug Asu ada di ujung bukit di belakang loket (lensa agak ngeblur gara-gara berembun)
Nah, sampai di sebuah gazebo yang jadi tempat loket masuk dan base camp rescue di Budug Asu, kita membayar Rp. 5.000,- per-orang. Untuk sampai ke lokasi puncak, kita musti naik ke tanjakan yang ada di belakang loket. Namanya Tanjakan Dhemit, saya jurang tau kenapa dinamai Tanjakan Dhemit. Dari bawah memang keliatannya gampang, tapi ternyata nggak segampang apa yang saya bayangin pas waktu di bawah.
Pemandangan dari Tanjakan Dhemit
But wait, walaupun capek belum nyampe ke puncak. Pemandangan dari tengah-tengah tanjakan udah bagus banget. Nah, sayang kan buat dilewatkan. Sampai di puncak, kita bakal disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Tebing-tebing lereng Gunung Arjuna jadi background bagus buat foto-foto.
Sampai juga di puncak
Pemandangan tebing lereng gunung arjuno
View bak karpet alam dari Budug Asu
Tapi kita musti hati-hati jangan sampai foto melewati pagar pembatas ya. Kebetulan saya kesini ketika cuaca sedang mendung. Jadinya, puncak Gunung Arjuna nggak begitu keliatan.

Tapi semua terbayar, nyampe puncak rasa capek saya langsung ilang. Berfoto memang bukan tujuan utama saya sih. Tujuannya cuman pengen escape from the routines 
View Deck Budug Asu (photo by Dhonny)
Biar lupa saya segala hal kesibukkan kuliah dan kerjaan, sambil merenung dan menikmati pemandangan. Wah ini kalau ada secangkir kopi panas pasti suasananya semakin syahdu.

Kenapa namanya Budug Asu? Saya awalnya juga penasaran dan tidak tahu apa itu Budug Asu. Setelah bertanya kepada bapak-bapak yang ada di perkampungan sekitar lokasi, dinamakan Budug Asu karena konon saat jaman penjajahan Belanda dulu, ditemukan 'Asu' atau Anjing (dalam Bahasa Indonesia) yang sedang terkena penyakit 'Budug'.
Rute yang dilalui motorcross

Sayangnya walapun tempat ini terbilang baru, tapi saya sempet nemu beberapa sampah botol dan bungkus makanan. Saya nggak paham cara berpikir mereka yang suka buang sampah sembarangan. Jangan buang sempah sembarangan ya!
Best place to take some photos
Gimana fotonya? Keren-keren kan? Saya juga bakal share rute perjalanan lengkapnya di postingan yang lain.

Jadi kalian yakin nggak mau masukin Budug Asu ke list destinasi mu?


Budug Asu
Gunungrejo, Singosari, Malang, Jawa Timur 65153

  • Share:

You Might Also Like

9 komentar

  1. Wah keren min hehe
    Btw di Budug Asu bisa camp gak min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah thanks ya :)
      Bisa kok kalau mau nge-camp di Budug Asu ini. Asalkan ijin ke petugas yang bertugas di loket masuk ya.

      Hapus
  2. Akhirnya udah ngerasain ekstrimnya tanjakan demit yang dhiieemmmit XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk iya nih, dhemit banget sampe harus sabar buat nyampe puncak

      Hapus
  3. Hai fer hehehe

    perjalanannya kira-kira berapa jam ya buat sampai puncak?
    terus ada yang jualankah diatas? kan syapeek tuh ya mendaki gunung lewati lembah
    btw, mirip sama kelud nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya perjalanan sekitar 1 setengah jam, normalnya 1 - 2 jam kalau jalan kaki
      di perjalanan ada beberapa warung kecil kok, di puncak juga ada tapi cuman satu aja. kondisi jalannya berbatu dan sedikit licin kalau lagi musim hujan.

      Hapus
  4. Keren, ulasannya ditambah foto-fotonya maknyus!

    BalasHapus

Comments