Review Lensa Fixed 50mm f/1.8, Lensa Favorit Saya Nih! (Plus Hasil Foto)

By Fery Arifian - 2/14/2018


Saya mulai menyukai dunia fotografi sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu saya masih ingat saya masih menggunakan kamera digital Sony Cybershot. Sampai akhirnya saya memegang DLSR Canon 600d yang sampai detik ini statusnya masih pinjam punya kakak. Tapi itu bukan jadi halangan buat saya yang suka dunia fotografi.

Salah satu lensa yang paling saya suka adalah lensa prime atau lensa fixed dengan focal-length 50mm. Karena saking sukanya sama lensa ini, saya jadi langganan. Langganan cari pinjeman juga kemana-mana wkwk. Karena menurut saya lensa ini bisa memberikan hasil foto yang lebih wah. Saya biasanya menggunakan Lensa Canon 50mm f/1.8 STM.

Apa aja sih istimewanya Lensa Fixed 50mm ini?

Pertama, hasil foto lebih bokeh dan terang. Dengan lensa fixed 50mm ini kita bisa dapet foto yang lebih bokeh. 
feryarifian travel blogger and food blogger kopi biji kopi amadanom
Kopi Amadanom
Buat yang nggak tau istilah bokeh, bokeh itu simple-nya bisa dibilang 'nge-blur'. Jadi lensa fixed 50mm ini bisa ngasih efek ngeblur di background dan foreground objek foto kita. 

Kok bisa? Karena lensa fixed 50mm ini punya angka f-stop atau apperture yang kecil, sampai dengan f/1.8. Berbeda dengan lensa kit 18-55mm atau lensa bawaan kamera canon pada umumnya yang hanya memiliki angka f yang paling kecil f/3.5.
feryarifian travel blogger and food blogger es drop blitar
Background jadi lebih ngeblur atau bokeh. Fotonya dari sini
feryarifian travel blogger and food blogger budaya penari jaran kepang blitar
Lensa fix bisa dibilang untuk lebih menonjolkan sosok seseorang (Foto dari sini)

feryarifian travel blogger and food blogger budaya penari tradisional blitar
Background keramaian yang riuh, bisa lebih tertutup dengan kesan fokus pada prajurit wanit ini (Foto dari sini)
Dengan hasil foto yang bokeh ini kita bisa dapet foto yang berkelas. Dan pastinya lebih emejing. Dan lensa ini juga bisa menangkap cahaya lebih banyak, karena bukaan lensa (apperture) yang lebar, jadi cahaya yang masuk bisa lebih banyak. Jadi lensa ini juga cocok dipakai di tempat dengan kondisi cahaya yang redup.
feryarifian travel blogger and food blogger dbl jrbl malang
Momen ini saya dapat saat saya menjadi tim di event DBL, kondisi lapangan basket indoor dan dengan penerangan lampu saja membuat pencahayaan sedikit redup. Tapi lensa fix 50mm berhasil membantu menangkap cahaya lebih banyak jadi pencahayaan redup dapat teratasi.

feryarifian travel blogger and food blogger malang - taman bunga coban talun
Bisa untuk foto portrait (Fotonya dari sini)
feryarifian travel blogger and food blogger malang - queen mango lingling fruit bar
Bikin minuman jadi keliatan lebih 'menggiurkan' (Fotonya dari sini)

Lensa fixed 50mm ini juga sangat pas dipakai untuk foto portrait dan foto makanan. Dan sebagian besar foto yang saya tampilkan di blog ini juga menggunakan lensa fixed 50mm.

Kedua, enteng buat dibawa kemana-mana. Sebagai Travel Blogger saya juga selalu mempertimbangkan apa saja yang harus saya bawa ketika backpacking atau traveling. 
feryarifian travel blogger and food blogger malang - kopi kocak surabaya
Ngopi ke Surabaya cuman bawa tas kamera doang, jadi lensa fix yang kecil bisa muat dan enak di bawa kemana-mana (Foto dari sini)
Nggak mungkin dong saya bawa-bawa lensa segede gaban kayak lensa tele atau wide gitu misal (gimana mau bawa, orang nggak punya wk). Nah, karena lensa fixed 50mm ini bentuknya imut dan menggemaskan kayak saya, jadi enak buat dibawa kemana-mana. Nggak menuhin tas kamera juga. Dan kalau dibuat foto di tempat umum nggak menyita banyak perhatian.

Ketiga, harganya yang paling murah dibanding lensa-lensa lain. Cuman 1,5 jutaan kalian bisa membawa pulang Lensa Fixed 50mm Canon, atau mungkin kalo kalian pengen beli yang lebih murah 2x lipatnya bisa beli lensa Yongnuo 50mm keluaran Cina. Hasil fotonya sama aja kok, yang ngebedain cuman merek-nya aja.
feryarifian travel blogger and food blogger malang - foto luwak
Ngefoto Luwak yang ada di dalam kandang nggak jadi masalah karena bantuan lensa 50mm (Foto dari sini)
feryarifian travel blogger and food blogger malang - hutan pinus budug asu
Untuk foto portrait dengan latar belakang landscape juga cocok (Foto dari sini)
feryarifian travel blogger and food blogger malang - caturra espresso surabaya
Foto makanan jadi lebih keliatan wah layaknya seorang food photographer (Foto dari sini)
feryarifian travel blogger and food blogger malang - food photography malang
Background cahaya lampu malam hari memunculkan kesan bokeh yang mendukung foto jadi lebih 'hidup' (Foto dari sini)
Nggak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna, karna kesempurnaan hanya milik-Nya. Btw nih, lensa fixed 50mm ini juga punya kekurangan lho. 

Kelehaman pertama menurut saya adalah fitur AF (Auto Focus) di lensa fixed itu sebenernya useless. Karena saya jaranggg banget bahkan hampir nggak pernah pake Auto Focus. Karena AF-nya random dan kadang malah meleset. Jadinya hasil foto nggak sesuai sama harapan kita. #cmiiw

Kelemahan selanjutnya adalah, bikin capek. Karena lensa ini fixed, jadi nggak bakal bisa di-zoom. Jadi kaki kita adalah fitur zoom itu sendiri. Jadi bakalan capek maju mundur maju mundur cantik buat nyari angle dan jarak dengan objek. Gak cuman bikin kaki capek, tapi juga bakal bikin tangan capek juga karena musti mencari-cari fokus lensa yang tepat.

Tapi, terlepas dari kekurangannya saya tetep cinta sama Lensa 50mm. Love it deh pokoknya. Lensa ini worth to buy banget buat kalian yang baru belajar fotografi kayak saya. Dan karena harganya paling murah dibanding lensa-lensa lain, lensa ini bener-bener ngasih foto yang fantastis dengan harganya yang semurah itu.

Selamat mencoba!

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Pernah pakai kamera Sony om? Mau tanya lensa yang bagus untuk fotografi alam model kamera sony apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu cuman pakai Sony camera digital mas, bukan kamera sony mirrorless. sebenernya kamera sekarang speknya udah bagus-bagus kok mas, banyak yang harga murah dengan spek bagus juga. yang bikin foto bagus itu momen sama angle pengambilannya mas hehe

      Hapus

Comments