Thailand Trip 2019: When Dream Come True!

By Fery Arifian - 10/01/2019


สวัสดีครับ! ยินดีต้อนรับสู่ประเทศไทย!
Sawatdee-krup! Yin dee ton rub su Prathet Thai!

Thailand adalah negara yang memang dari dulu pengen banget saya kunjungi. Karena memang selain suka sama film dan dramanya yang selalu menghibur, negara ini punya banyak keunikan yang bikin penasaran. Mulai dari budayanya, makanannya, tempatnya sampai hal-hal kecil yang selalu bikin penasaran.

Selain itu, saya juga menuliskan "Traveling ke luar negeri" dan negara yang dituju pertama adalah Thailand di list resolusi yang harus saya capai di tahun 2019 ini. Dan Alhamdulillah akhirnya terwujud juga. Traveling kali ini saya juga dapet 'gratisan' dari menang lomba Vlog yang diadakan salah satu satu halal travel yaitu Cheria Holiday. Terima kasih Cheria Holiday sudah memberikan hadiah jalan-jalan gratisnya hehe.

Oke, cukup segitu aja intermezzo-nya. Lanjut ke bagian inti dari postingan ini. Postingan ini saya tulis dalam bentuk ringkasannya saja. Karena kalau saya tulis satu-satu bisa panjang haha. Jadi saya berada di Thailand selama 4 hari 3 malam. 2 hari di Bangkok dan 2 hari di Pattaya.

Day 1

Don Mueang International Airport 
International Arrival Gate DMK
Hari pertama pesawat saya take-off dari Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) pukul 7 pagi. Saya dan rombongan sudah janjian untuk bertemu di Terminal 2 pukul 3.00 dini hari. Kita naik Thai Lion Air di mana ini kali pertama saya mencoba maskapai low-cost internasional. Dan beneran dong annoucement-nya pakai Bahasa Thai, tapi tenang ada English-nya kok jadi bisa ngerti dikit-dikit. Bermodal belajar dikit bahasa Thai saya coba mengartikan setiap annoucement di dalam pesawat namun gagal haha.

Akhirnya sekitar pukul 10.00 waktu Thailand kita sampai di Don Mueng International Airport (DMK). Bandaranya emang nggak sebagus CGK, karena DMK ini bandara untuk pesawat-pesawat low cost saja. It's okay yang penting saya bisa foto di bawah tulisan "Sawatdee" yang ada di Bandara ini aja udah seneng kok haha.

Ada hal yang bikin saya nyesel sampai sekarang pas waktu pertama kali nyampe di Thailand. Yaitu tuker duit Rupiah di Bandara. Saya menukarkan Rp. 400.000 di salah s atu counter money changer di DMK. Harusnya jika di-kurs-kan ke dalam mata uang THB (Thai Baht) saya mendapatkan sekitar 800 Bath, tapi kenyataannya saya hanya dapat 520 Bath saja. Bodohnya saya iya-iya aja tanpa pikir panjang. Sedangkan salah seorang teman saya yang satu rombongan dia menukarkan Rupiah ke Bath di Indonesia malah dapet lebih banyak dari saya. Nyesel. Tips buat kalian yang pengen ke Thailand mending tuker duitnya pas di Indonesia aja dan jangan tuker duit di Bandara karena bakal kena biaya penukaran walaupun udah ada notice "no charge".

MBK Center
MBK Center from Sky Walk
Hari pertama ini memang di itinerary kita langsung menuju ke hotel. Tapi karena masih pagi, P'Mark (tour guide kita yang jago banget Bahasa Indonesianya), mengajak kita untuk makan dan sekalian belanja di MBK Center. Di sini saya nggak banyak belanja karena baru hari pertama takut duit amblas. Cuman belanja beberapa barang titipan temen aja. Di sini, saya dan rombongan sengaja mampir ke musala yang ada di lantai 6 MBK Center (musala untuk laki-laki). I was lucky when our tour guide P'Mark, is a muslim too.
Akhirnya keturutan juga foto di spot ini
Saya juga nyempetin buat foto-foto di sky walk yang menghubungkan MBK Center, Siam Discovery, dan Sky Train (BTS). Ini spot yang paling saya idam-idamkan sejak beberapa bulan sebelum saya berangkat ke Thailand. Pokoknya misi saya harus foto di bawah tulisan Bangkok yang ada di sky walk ini.

Aunchaleena Grand Hotel
Aunchaleena Bangkok
Bangkok siang itu benar-benar panas. Bahkan sampai 34°C di siang hari. Setelah sekitar dua jam berada di MBK Center, saya dan rombongan memutuskan untuk menuju hotel kita di hari pertama, yaitu Aunchaleen Grand Hotel. Hotel ini berlokasi di daerah Ramkhamhaeng, dan masih berada di wilayah Bangkok.

Alasan kenapa kita menginap di sini adalah karena dekat dengan pemukiman warga muslim di Bangkok. Dan soal makanan juga halal (walaupun saya sempat ragu dengan beberapa menu buffet-nya). Hotel ini bisa dibilang bagus tampak luarnya, megah, dan elegan. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya kurang untuk hotel sekelas bintang 4 (cmiiw). Review hotel akan saya tulis di artikel terpisah ya.


Day 2

Wat Arun
Wat Arun, The Temple of Dawn.
Salah satu destinasi wajib jika berkunjung adalah Wat Arun. Temple yang dibuat dari masa pemerintahan Raja Rama II ini memang sudah jadi icon-nya Thailand dan Kota Bangkok. Hal yang paling bikin saya excited adalah ketika menyeberangi Sungai Chao Praya menuju lokasi Wat Arun. Benar-benar pengalaman baru bagi saya. Ditambah lagi di setiap sudut Wat Arun ini tidak ada yang tidak bagus untuk dijadikan spot foto.

Namun hari itu wisatawan cukup ramai, padahal saya dan rombongan ke sana saat weekdays. Entah saya gak bisa bayangin kalau ke sana waktu weekend, akan seramai apa. Siang itu cuaca Kota Bangkok masih panas menyengat seperti sehari sebelumnya. Bahkan di beberapa foto, terlihat baju saya basah terkena keringat. Ya, saya memang nggak pernah tahan kalau kena cuaca panas, tapi kalau dikasih harapan palsu saya masih sering tahan kok. #halah
Rombongan tour Bangkok - Pattaya with Cheria Holiday
Di Wat Arun ini juga bakal menemukan pasar oleh-oleh dan souvenir yang penjualnya pada pinter-pinter ngomong pakai Bahasa Indonesia. Yaa walaupun tetap dengan aksen dan cadelnya lidah orang Thailand. Di sini barang yang dijual juga sangat murah dan bisa ditawar. Karena saya dapat rekomendasi dari beberapa sumber mending beli oleh-oleh di sini, akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa souvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas.

Menuju Pattaya
On the way Pattaya
Setelah mengunjungi Wat Arun, saya dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Pattaya. Dengan jarak tempuh sekitar 2 jam atau bahkan lebih lewat jalan tol, perjalanan bakal nggak kerasa karena P'Mark banyak bercerita dan membagikan pengetahuan tentang Thailand. Ditambah lagi kendaraan shuttle bus kami juga sangat nyaman. Bisa nonton film juga lewat layar monitor yang terpasang di shuttle.

Chansiaw Restaurant - Halal Restaurant
Chansiaw Halal Restaurant
Di tengah perjalanan menuju Pattaya, saya dan rombongan mampir sebentar ke Chansiaw Restaurant yang berada di pinggiran Kota Bangkok. Restaurant ini memang terkenal dengan masakannya yang halal. Saat saya dan rombongan datang pun juga sempat bersamaan dengan beberapa rombongan lain dari Indonesia.
Set menu halal
Menu yang disediakan adalah set menu untuk 6-8 orang. Mulai dari Tom Yam, Lauk Ikan yang saya gatau jenis ikan apa, ayam crispy, sayur tumis, dan beberapa sambal khas Thailand. Overall saya suka rasa masakannya, namun saya kurang suka dengan rasa sambal cair yang menurut saya terlalu asam di lidah saya. Ya, masakan Thailand memang cenderung lebih asam. Di sini kita sekaligus bisa menunaikan sholat, karena disediakan juga musala yang bersih dan lumayan luas. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Pattaya.

Big Bee Farm Pattaya
Big Bee Farm Pattaya
Sampai di Pattaya, kita langsung turun untuk melihat peternakan dan budidaya hasil lebah yang ada di Pattaya. Karena memang tempat ini adalah bagian dari itinerary wajib yang harus didatangi saya sih ikut-ikut aja. Di sini kita bisa melihat berbagai macam jenis lebah yang dibudidaya untuk diambil hasil dari lebah seperti madu, propolis, sarang lebah dll. 

Walaupun pulang dengan tangan kosong dan tidak membeli apa-apa di sini (karena budget tipis beb), tapi setidaknya saya mendapatkan insight baru dari tempat ini. Beberapa teman pulang dengan membawa produk olahan di sini seperti sabun, propolis, dan beberapa produk lain dari lebah.

Frost Magical Ice of Siam
FROST, Magical Ice of Siam Pattaya
Cuaca Kota Pattaya bisa dibilang lebih panas beberapa derajat celcius dibandingkan dengan panasnya Kota Bangkok. Bahkan air mineral yang saya bawa pun bisa seketika jadi hangat karena saking panasnya. Nah, ternyata ada salah satu wahana unik di panasnya Kota Pattaya, that's Frost Magical Ice of Siam.
Foto sambil gemeteran karena kedinginan
Wahana ini bisa dibilang mirip dengan beberapa wahana indoor yang menghadirkan arsitektur dan ukiran yang terbuat dari balok es. Tenang, karena di sini bakal dipinjami jaket dan bisa dapet minum gratis dengan gelas yang terbuat dari balok es. Saking dinginnya di dalam, bahkan tangan saya sudah mati rasa dan susah merasakan dingin gelas yang terbuat dari es. Gokil.

Sunset di Pantai Pattaya
Sunset di Pantai Pattaya
Karena waktu sore di Thailand ini memang lebih lambat daripada waktu di Jakarta, di sini langit mulai gelap sekitar pukul 18.30. FYI, waktu Thailand dan Indonesia ini sama, berada di GMT7. Saya hanya menghabiskan sedikit waktu untuk berfoto di bibir pantai Pattaya.

A-One The Royal Cruise Hotel
A-One The Royal Cruise Hotel Restaurant
Saya makan malam di A-One Hotel yang masih berada beberapa meter dari bibir pantai. Suasana restaurantnya sangat ramai dan masih terihat juga banyak wisatawan asal Indonesia lain yang berbarengan dengan rombongan saya saat makan malam di sini. Menu makan malamnya buffet, dan dijamin HALAL. Karena restaurant ini memang sudah bersertifikat halal.
Menu buffet halal
Makanannya bermacam-macam, mulai dari seafood, ayam, salad, sushi, buah-buahan, hingga es krim. Restaurant ini sukses bikin saya kenyang semalaman karena porsi makan saya mirip seperti orang kesurupan. Bahkan seorang teman sampai mengambil beberapa piring karena memang makanannya terlihat menggiurkan. Bahkan saat dicoba pun rasanya sangat pantas dengan tampilannya.

Tsix5 Hotel Pattaya
Tsix5 Hotel Room Pattaya
Akhir dari hari ke-2. Saya dan rombongan menginap di Tsix5 Hotel Pattaya. Lokasi hotel ini dipilih karena lumayan jauh dari pusat keramaian. P'Mark bilang di daerah pusat dan pinggir pantai, bar dan night club bahkan bisa beroperasi hingga 24 jam non-stop. That's why lokasi hotel yang satu ini bisa jadi pilihan agar istirahat bisa lebih tenang.

Karena saya sampai di hotel sudah menjelang malam dan tidak punya banyak energi yang tersisa, saya tidak pergi ke mana-mana. Karena Pattaya adalah kota yang sangat bebas, tak heran kalau di sini banyak sekali night club dan bar yang sahut-sahutan. Bahkan prostitusi di Kota ini juga legal lho.

Masih ada lanjutan di hari ke-3 dan hari ke-4 Thailand Trip 2019. Nantinya artikel lain akan saya tulis karena kalau ditulis semua di postingan bakalan panjang banget kayak penantian yang tak kunjung reda. #halah


Ps: kamu juga bisa melihat keseruan saya selama berada di Thailand dengan melihat highlight instastories saya di sini dan di sini.

  • Share:

You Might Also Like

10 komentar

  1. Keren Mas, Selamat yah :) maaf gak bisa komen panjang-panjang hehe

    BalasHapus
  2. MasyaAllah, penuh dgn cerita, yang luar biasa, next trip kemana lgi nih?

    BalasHapus
  3. iya bener kalo ke luar negeri mending nuker uang nya di Indonesia aja huhu charge nya gedhe, jadi pelajaran aja ya kak hehe

    BalasHapus
  4. asik ya ke Pattaya Thailand
    Aku baru sekali doang ke Bangkok
    Pengin balik lagi next year

    BalasHapus
  5. ternyata mas pemenangnya.. aku ikut g menang wkwk cuman dapat kaos

    BalasHapus
  6. Next trip kayaknya bisa nih jadi referensi kalo ke Thailand kemana aja,Kak

    BalasHapus
  7. Samaaaa...saya pun pengen ke Thailand gegara suka film2nya loh. Eh Wat Arun emang cakep bener yaaa. Apalagi ada sensasi kudu nyeberang pakai perahu dulu

    BalasHapus
  8. wahh kerenn selamat yaaa akhirnya dream come true.. Thailand ini impianku juga..

    BalasHapus
  9. Wah, asyik banget jalan2 ke Thailand. Aku malah belum pernah. Pengin banget, karena aku suka banget bangunan kuil-kuilnya itu.

    BalasHapus
  10. Sek talah, model mangan sing kesurupan kuwi yaopo mas? wkwkwkkw
    Ihh akhirnya bener2an dream come true ya jadi ke Thailandnya,
    Congrats mas hehee

    BalasHapus

Comments