FUNancial Talkshow: Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi

By Fery Arifian - 12/17/2019


"Perasaan fee project kemarin baru masuk deh, kok udah tinggal segini aja?"

Apakah ada yang sering merasakan hal di atas? Kalau iya, berarti kita sama. Saya memang bukan tipikal orang yang pintar mengelola keuangan. Bahkan saya selalu ceroboh dalam mengatur keuangan pribadi. Walaupun saat ini saya masih berstatus sebagai mahasiswa akhir, tapi mengatur keuangan pribadi juga harus saya terapkan karena mengingat kehidupan mahasiswa tuh lebih banyak cerobohnya daripada telitinya.

Dua tahun belakangan, saya bekerja di beberapa perusahaan dengan gaji part time yang lumayan untuk ukuran mahasiswa. Tapi sering sekali terlintas di benak saya "Ini uang pada ke mana sih? Kok udah tinggal sedikit aja". Bahkan hal tersebut juga sering saya alami saat pertengahan bulan.

Kemudian, semenjak saya resign dari pekerjaan saya di kantor media. Saya mulai mengerjakan beberapa project atau pekerjaan freelance yang gajinya bisa dibilang lebih banyak dibandingkan dengan gaji bulan di tempat sebelumnya. Tapi tetap saja, saya selalu kecolongan dan tidak bisa mengatur pengeluaran.

Karena masalah ini, saya mulai gelisah dan tidak tenang. Jika dibiarkan terus menerus, makan impian saya untuk membuka bisnis dan perusahaan media sendiri tidak akan pernah terwujud. Sampai pada akhirnya saya mengikuti acara #FUNancial Talkshow yang diadakan Home Credit di Surabaya, Sabtu (14/12) kemarin.

Acara yang bertemakan CEO In The Making: Financial Tips to Transform Your Passion Into Business ini diadakan di Boncafe Gubeng, Surabaya. Sejak pagi saya sudah sampai di lokasi. Kemudian registrasi dan menuliskan impian di sticky notes yang akan ditempelkan di dekat photobooth. Sejalan dengan tema, acara yang satu ini bakal memandu kita dalam merencakan strategi finansial dan menjadikan passion kita ke dalam sebuah bentuk bisnis.


Sebelum acara dimulai, saya bercengkrama terlebih dahulu dengan beberapa teman Blogger Jawa Timur. Ternyata yang hadir pada acara kali ini bukan hanya pebisnis saja, banyak juga dari teman-teman komunitas, dan mahasiswa. Jadi banyak juga yang pastinya merasakan keresahan yang saya alami sebelumnya.

Acara #FUNancial ini mengundang 2 orang speakers yaitu Dipa Andika (Financial Planne sekaligus Co-founder Hahaha Corp) dan Christie Erin (Co-founder Basha Market & Of Sorts). Dan juga ada Arditya Erwanda sebagai host-nya. Wah karena saking nggak sabarnya saya menyimak materi yang disampaikan, 30 menit sebelum acara dimulai saya sudah duduk manis di kursi yang sudah disediakan. Beruntungnya saya dapat kursi yang lumayan strategis, karena banyak peserta talkshow yang tidak kebagian kursi dan terpaksa berdiri.
Ardit Erwanda sebagai host & moderator talkshow
Dipa Andika (kiri) dan Christie Erin (tengah) saat menyampaikan materi talkshow
Acara kemudian dimulai, Dipa Andika menyampaikan beberapa poin tentang pentingnya Financial Planning. Seperti pentingnya investasi, merubah mindset tentang financial plan, waspada latte factor, dan beberapa skema keuangan yang menurut saya sangat berguna sekali.

Interaksi juga dijalin dengan baik antara pemateri, host, dan juga peserta. Beberapa peserta diajak untuk mengingat kembali pengeluaran apa saja secara detail sejak sehari sebelum acara ini. Ternyata banyak dari peserta yang lupa dan tidak mencatatnya dengan baik. Dari sini kemudian didapatkan bahwa mencatat pengeluaran sekecil apapun itu bisa berguna sebagai bahan evaluasi keuangan kita. Bahkan sudah banyak aplikasi pencatatan keuangan yang bisa diakses gratis lewat smartphone. Hanya saja kita terlalu malas dan menganggap remeh catatan pengeluaran ini.
Skema Latte Factors
Hal tersebut juga berhubungan dengan namanya Latte Factor, di mana faktor ini adalah sering diabaikan oleh sebagian besar orang. Pengeluaran kecil yang biasanya tidak pernah kita hiraukan ini ternyata bisa menjadi pengeluaran dengan jumlah yang cukup banyak jika ditotal. Padahal saat kita mengeluarkan uang kecil tersebut, mindset kita selalu berkata bahwa pengeluaran kecil tidak akan mempengaruhi finansial kita. Padahal hal tersebut adalah salah.

Apalagi sebagai #SobatPromo seperti saya, saya selalu gila dengan namanya promo. Sehingga tidak menghiraukan pengeluaran kecil karena adanya promo. Jika ditotal, dengan pengeluaran tersebut bisa dialokasikan menjadi tabungan untuk kebutuhan lain.
Estimasi dan prosentase financial plan
Estimasi Investasi tabungan dan reksadana saham
Kemudian, dari materi yang disampaikan pula, investasi juga penting sebagian pondasi dari keuangan kita. Tidak ada salahnya untuk berinvestasi mulai sekarang walaupun masih berstatus mahasiswa, karena dampak positifnya akan sangat bisa dirasakan ketika beberapa tahun yang akan datang. Anggap saja, investasi ini adalah tabungan yang akan menjadi 'tombol darurat' untuk kebutuhan di masa depan. Hmm, menarik.

Acara #FUNancial yang diadakan oleh Home Credit ini benar-benar memberikan insight baru bagi saya. Yang awalnya saya hanya bisa menghabiskan uang tanpa sadar pengeluarannya untuk keperluan apa saja, kini lebih bisa berhati-hati dan mencata t segala bentuk pengeluaran dengan teliti. Kemudian, selepas dari acara ini saya punya keinginan untuk investasi berupa reksadana saja karena lebih enak dan mudah. Dan juga pastinya setelah mengikuti event semacam ini kamu pasti akan ikut tergugah untuk membangun bisnis #YangKamuMau.

Nah, kira-kira kamu punya permasalahan finansial apa saja nih? Share di kolom komentar ya!

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. materinya bagus banget ya mas
    bisa buat bekal nanti jadi bapak hehehe

    BalasHapus

Comments